This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Achida Matsunaga Coorporation - AMCO.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Achida Matsunaga Coorporation - AMCO.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Achida Matsunaga Coorporation - AMCO.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Achida Matsunaga Coorporation - AMCO.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Achida Matsunaga Coorporation - AMCO.com.

Selasa, 10 Februari 2015

Mudahnya membuat PCB dengan Setrika

TEKNIK PEMBUATAN PCB (SETRIKA)


      Bagi anda yang berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan elektronika atau dari Perguruan Tinggi jurusan Teknik Elektro, atau juga para pehobi elektronika tentunya tidak mengalami kesulitan dengan pembuatan PCB. Ya PCB, singkatan dari Printed Circuit Boards sebuah papan berlapis tembaga dengan pola desain unik yang digunakan untuk merangkai komponen-komponen penyusun sistem elektronika. Tapi bagi anda yang awam dengan pembuatan PCB, tulisan ini mungkin akan bermanfaat dan membantu.A. Proses Mencetak Desain PCB 
Teknik pembuatan PCB yang akan dijelaskan dalam tulisan ini adalah teknik membuat PCB dengan cara menyetrika layout desain PCB pada suatu PCB polos. Teknik ini adalah cara pembuatan PCB yang paling sederhana. Mengapa menggunakan cara yang paling sederhana? Pertama, karena tujuan dari pembuatan PCB adalah memperoleh papan (board) untuk merakit komponen-komponen yang dibutuhkan dalam membuat suatu sistem elektronika. Hal yang terpenting disini adalah PCB yang kita buat adalah PCB yang sesuai dengan harapan kita. Artinya ketika komponen telah dipasang pada PCB, maka rangkaian elektronika yang kita rancang dapat bekerja sesuai dengan harapan kita. Kedua, dengan cara yang sederhana ini kita tidak mengeluarkan banyak biaya untuk membuat PCB. Berikut ini adalah langkah-langkah pembuatan PCB-nya:

Langkah 1: Mencetak desain pada kertas HVS 
Cetak (print) desain PCB yang telah kita gambar dengan bantuan komputer pada kertas biasa (kertas HVS).
1. desain layout pcb
Gambar 1. Desain layout PCB
Langkah 2: Fotocopy desain PCB pada kertas glosy 
Perbanyaklah hasil cetakan desain PCB tersebut dengan cara mem-fotocopy-nya. Fotocopy dilakukan dengan menggunakan kertas yang biasa digunakan untuk mencetak foto atau sering dinamakan dengan kertas gloosy. Gunakan kertas gloosy yang paling ringan beratnya (tipis). Untuk mendapatkan hasil yang baik (tinta yang cukup tebal), pilihlah tempat fotocopy yang menggunakan mesin fotocopy Xerox.

2. fotocopy xerox
Gambar 2. Fotocopy
Langkah 3: Siapkan PCB polos
Siapkan PCB polos yang akan kita gunakan dalam pembuatan PCB, yaitu pertama, potong PCB polos sesuai dengan ukuran yang kita kehendaki untuk membuat PCB. Kedua, usahakan PCB polos yang digunakan permukaan lapisan tembaganya dalam keadaan bersih. Apabila masih kotor, bersihkan dengan menggunakan amplas yang paling halus tingkat kekasarannya.
3. PCB polos
 
Gambar 3. PCB polos
Langkah 4: Siapkan setrika listrik 
Siapkan setrika listrik yang biasa digunakan untuk menghaluskan pakaian. Aturlah tingkat panas atau temperaturnya sesuai dengan kebutuhan, yaitu tidak terlalu panas dan tidak juga hanya hangat. Tingkat panas pada permukaan setrika akan mempengaruhi keberhasilan proses pelekatan desain PCB pada PCB polos dan ada kemungkinan juga proses ini mengalami kegagalan, sehingga kita harus sabar mengulangi langkah-langkah pembuatannya dari awal. Setelah dirasa cukup sesuai temperaturnya, selanjutnya tempelkan desain PCB yang melekat pada kertas glossy di atas permukaan PCB polos yang tadi telah dipersiapkan. Atur posisi kertas tersebut, pastikan posisinya tidak miring atau melebihi luasan permukaan PCB polos.

4. setrika
 
Gambar 4. Setrika
Langkah 5: Proses penyetrikaan 
Setelah itu, lakukan proses menyetrika kertas gloosy yang diletakkan diatas PCB polos tadi seperti halnya kita menyetrika pakaian kita. Pastikan merata proses penyetrikaan kita, terutama pada bagian-bagian tepi. Dalam penyetrikaan, jangan meletakkan setrika kita terlalu lama diatas PCB. Sesekali angkatlah supaya PCB tidak menerima panas yang terlalu tinggi. Jika terlalu panas, maka dapat menyebabkan lapisan tembaga pada PCB mengelupas (menggelembung) dan mungkin juga bahan PCB kita melengkung.
Langkah 6: Proses pendinginan 
Jika proses penyetrikaan dirasa sudah merata (menggunakan perasaan), tunggulah sampai dingin. Jangan melepaskan kertas gloosy dari PCB polos ketika keadaanya masih panas, karena hal ini akan menyebabkan kegagalan perekatan tinta pada PCB polos.
Langkah 8: Proses pengelupasan kertas glosy 
Siapkan nampan yang berukuran sesuai dengan ukuran PCB yang kita buat. Tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil. Isilah nampan tersebut dengan air dingin secukupnya. Selanjutnya, masukkan PCB yang tertempel padanya kertas glosy kedalam nampan berisi air dingin yang telah kita siapkan. Diamkan sejenak, kira-kira 10 sampai dengan 15 menit. Setelah itu, kemudian lakukan pengelupasan kertas glosy secara perlahan-lahan dengan menggunakan jari tangan. Dalam proses pengelupasan ini, ada kemungkinan kegagalan (tinta tidak melekat sempurna). Apabila tidak terlalu banyak jalur yang rusak, maka bagian-bagian yang rusak dapat ditutupi atau diperbaiki dengan menggunakan pena waterproof atau juga spidol permanen. Namun bila jalur yang rusak lebih dari 40%, maka mau tidak mau kita harus mengulang proses sablon tersebut dari awal.
Langkah 9: 
Apabila proses-proses diatas berhasil dilakukan, selanjutnya proses yang harus dilakukan adalah melarutkan lapisan tembaga pada PCB polos yang tidak diperlukan dengan larutan ferriclorit (FeCl3).
B. Melarutkan Lapisan Tembaga
Langkah selanjutnya setelah melakukan proses pelekatan desain layout PCB diatas lapisan tembaga PCB polos adalah melarutkan lapisan tembaga yang tidak diperlukan, yaitu lapisan yang tidak tertutup oleh warna hitam (tinta hasil setrika), sehingga nantinya akan didapatkan jalur-jalur penghantar yang diperlukan untuk merangkai komponen elektronik. Langkah pelarutan lapisan tembaga tersebut adalah sebagai berikut:
Langkah 1: Siapkan tempat pelarutan 
Siapkan nampan yang berukuran sesuai dengan ukuran PCB yang kita buat. Tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil. Isilah nampan tersebut dengan air secukupnya. Air yang digunakan dalam pelarutan lapisan tembaga dapat menggunakan air biasa (tidak panas) atau juga air panas.
Langkah 2: Siapkan larutan ferriclorit (FeCl3) 
Masukkan bubuk ferriclorit (FeCl3) kedalam air dalam nampan yang telah dipersiapkan. Aduk hingga bubuk ferriclorit rata tercampur (larut) dalam air.
Langkah 3: Proses pelarutan lapisan tembaga pada PCB 
Masukan PCB polos yang telah disablon kedalam larutan ferriclorit. Sebagai tindakan kehati-hatian, sebelum dimasukan sebaiknya kita melakukan pemeriksaan ulang keadaan jalur-jalur PCB (hasil setrika), pastikan bahwa jalur yang akan kita buat sudah benar, tidak ada kesalahan. Setelah dimasukan, untuk mempercepat proses pelarutan lapisan tembaga, maka goyanglah nampan berisi larutan ferriclorit secara perlahan bersama-sama dengan papan PCB tersebut. Langkah ini dilakukan dilakukan selama kurang lebih 10 sampai dengan 15 menit.
Langkah 4: Periksa jalur PCB
Apabila sudah mulai terlihat terbentuknya jalur-jalur tembaga pada PCB, maka angkatlah PCB yang kita buat. Periksa apakah masih ada lapisan tembaga yang tidak diperlukan yang belum terlarutkan. Jika masih, masukan kembali PCB tersebut dan goyanglah lagi nampan beberapa saat lagi sampai semua lapisan tembaga yang tidak dibutuhkan terlarut secara sempurna.
Langkah 5: Bersihkan tinta 
Cuci PCB yang masih terdapat noda hitam dari tinta mesin fotocopy dengan menggunakan air. Untuk membersihkan tinta tersebut, gunakan minyak thiner ,bensin, solar, atau minyak sejenisnya. Apabila masih belum bersih sempurna, gunakan amplas halus untuk membantu supaya permukaan PCB benar-benar bersih. Hal ini supaya timah (tenol) mudah menempel ketika proses penyolderan komponen.
Langkah 6: Pelapisan permukaan tembaga PCB 
Agar lapisan PCB yang telah jadi tidak mudah kotor atau terkorosi, maka lapisilah permukaan tembaganya dengan cairan pelapis PCB. Setelah dilapisi, jemur PCB hingga cairan lapisan tersebut kering sempurna. Sampai dengan proses ini, PCB buatan kita telah selesai dibuat dan siap digunakan

Send & Received Message use Microcontroller ( AT Command modem GSM )

#Pengetahuan Dasar

#Mengirim-menerima SMS melalui Mikrokontroler#

( AT Command modem GSM )


Anda bisa berkomunikasi dgn Microcontroller melalui SMS.
Alat  dan bahan :
1.  Modul microcontroller AVR
2.  Modem GSM  dgn serial Port
4.  GSM SIM CARD (XL ,simpati ,tri, dll)
5.  Software Codevision
Prinsip dan Cara kerja Mengirim SMS melalui Microcontroller
Microcontroller mengirim  data ( isi SMS dan No tujuan) ke modem GSM  melalui RS232,kemudian modem GSM mengirim  data tsb ke SMS center yang akan menyampaikan ke No Hp yg dituju.
microcontroller_sms
Blok diagram mengirim-menerima SMS dgn Mikrokontroller
Perintah yang di mengerti modem  adalah “AT Command” . Disebut AT Command karena perintah2nya  didahului oleh “AT” ( Atention).
Contoh beberapa AT command  untuk Modem GSM:
AT+CPBF  : cari no telp.
AT+CPBR  : membaca buku telp.
AT+CPBW : menulis  no telp di buku telp.
AT+CMGF  : menyeting mode SMS text atau PDU
AT+CMGL : melihat semua daftar sms yg ada.
AT+CMGR : membaca sms.
AT+CMGS  : mengirim sms.
AT+CMGD  : menghapus sms.
AT+CMNS : menyeting lokasi penyimpanan ME(hp) atau SM(SIM Card)
AT+CGMI : untuk mengetahui nama atau jenis ponsel
AT+CGMM : untuk mengetahui kelas ponsel
AT+COPS? : untuk mengetahui nama provider kartu GSM
AT+CBC : untuk mengetahui level baterai
AT+CSCA : untuk mengetahui alamat SMS Center
Dalam proses pengiriman atau penerimaan SMS, terdapat  2 mode  yaitu:
1. Mode SMS  text
2. Mode SMS PDU (Protocol Data Unit).
Mode yang paling mudah digunakan yaitu mode teks (kode ASCII). tapi mode PDU(kode hexa) lebih powerful.
Penjelasan Beberapa AT Command
AT+CPMS : Mengeset Target lokasi memory
AT CommandRespon  Modem
AT+CPMS=[Mode1],[Mode2],[Mode3]OK
Mode1],[Mode2],[Mode3]  , SM =SIM Card , ME (HP) , MT  semua storage.
-AT+CMGF : Mengeset Modem sebagai Mode text atau  PDU.
AT CommandRespon  Modem
AT+CMGF=<mode><CR>OK
Parameter 
<mode>     0 =Mode PDU,   1 =  Mode text
<CR> = ASCII character 13
Contoh  Set  GSM modem ke  Text Mode SMS dan kirim  sms ke  No : +6285695341050.
(anda bisa mencobanya lebih dahulu pada hyperterminal)
AT+CMGF=1          <akhiri dg enter(CR) >
OK // ini respon ok dari modem 
AT+CMGS="+6285695341050"  <akhiri dg enter(CR)
> > hallo apa kabar.  <akhiri dgn CTRL-Z>
+CMGS: 324  //parameter jawaban dari modem
OK // jawaban ok dari modem
Untuk mengetahui Mode apa yang sedang aktif gunakan perintah:
AT+CMGF?
- AT+CMGL: Melihat  sms yang ada 
AT CommandRespon Modem
AT+CMGL=<stat><CR>+CMGL: <index>,<stat>,<oa>,[<alpha>],[<scts>]<CR><LF><data><CR><LF>
OK
Parameter
<stat>:  Status , antara lain:
status sms mode text mode PDU
sms blm dibaca“REC UNREAD”0
sms sdh dibaca“REC READ”1
sms tak terkirim“STO UNSENT”2
sms terkirim“STO SENT”3
semua sms“ALL”4
<index>: Index  pesan
<oa>: alamat Originator
<alpha>: Originator name (jika ada di phonebook)
<scts>:  waktu
<data>:  isi pesan
<CR>: ASCII character 13
<LF>: ASCII character 10
Contoh :
Settinglah   modem GSM ke  Mode SMS text,  lihat   semua sms yg ada kemudian hapus sms dari  modem GSM.
AT+CMGF=1 < tekan enter(CR) >
OK
AT+CMGL="ALL"  //(pada mode PDU(CMGF=0) gunakan AT+CMGL=4)
+CMGL: 1,"REC UNREAD","+6285695341050",,"11/01/09,10:26:26+04" pesan pertama
+CMGL: 2,"REC UNREAD","+6285695341050",,"11/01/09,10:26:49+04" pesan kedua 
OK
AT+CMGD=1 //hapus pesan pertama 
OK 
AT+CMGD=2 //hapus pesan kedua
OK
 
AT+CMGD : Menghapus SMS
AT CommandResponse MODEM
AT+CMGD=<index><CR>OK
contoh
AT+CMGD=1 //hapus pesan urutan pertama 
OK //jawaban dari modem GSM
 
AT+CMGS : Mengirim SMS
AT CommandResponse modem GSM
AT+CMGS=<number><CR><message><CTRL-Z>+CMGS:<mr>
OK
Parameter
<CR> = ASCII character 13
<CTRL-Z> = ASCII character 26
<mr> = message Reference
Contoh
Menseting modem GSM ke  Mode SMS  text dan menngirim sms ke +6285695341050.
AT+CMGF=1
OK //jawaban modem
AT+CMGS="+6285695341050"  <akhiri dgn enter bukan entar :-) 
> halo pc control <akhiri dgn CTRL-Z> 
+CMGS: 123 //parameter jawaban dari modem 
OK //jawaban dari modem 
demikianlah ceritanya  dasar perintah AT Command.
Perintah Microcontroller  mengirim  AT Commad  ke modem GSM
Mikrokontroller yg kita gunakan jenis AVR dgn pemrograman C codevision
Gunakan fungsi printf untuk mengirim string At command ke modem  GSM.dan putchar  jika hanya mengirim  1 karakter.
contoh
printf(“AT+CMGF=1″);                            //menyeting modem GSM ke  mode text
putchar(13);                                                 //mengirim 1 karakter  CR / enter.
printf(“AT+CMGS=”);
putchar(‘ ” ‘);
printf(“+6285695341050″);                  //no HP  yg dituju
putchar(‘ ” ‘);
putchar(13);                                                  //kode ascii <CR>
printf(” apa kabar “);
putchar(26);                                                // kode ASCII untuk  CTRL-Z

#kalau ada hal yg membingungkan atau ada pertanyaan silahkan di comment saja

#Teori Dasar Mengenai Cahaya>>>

Flashback, share  teori tentang cahaya...

#Teori Dasar Mengenai Cahaya>>>

Cahaya hanya merupakan satu bagian dari berbagai jenis gelombang elektromagnetis yang terbang ke angkasa. Gelombang tersebut memiliki panjang dan frekuensi tertentu, yang nilainya dibedakan dari energi cahaya lainnya dalam spektrum elektromagnetisnya.

Cahaya dipancarkan dari suatu benda dengan fenomena sebagai berikut:
• Pijar, benda padat dan cair memancarkan radiasi yang dapat dilihat bila dipanaskan sampai suhu tertentu. Intensitas meningkat dan penampilan menjadi semakin putih jika suhu naik.
• Muatan Listrik, jika arus listrik dilewatkan melalui gas,maka atom dan molekulnya akan memancarkan radiasi, dimana spektrumnya merupakan karakteristik dari elemen yang ada.
• Electro Luminescence, Cahaya dihasilkan jika arus listrik dilewatkan melalui padatan tertentu seperti semikonduktor atau bahan yang mengandung fosfor.
• Photo luminescence, radiasi pada salahsatu panjang gelombang diserap, biasanya oleh suatu padatan dan dipancarkan kembali pada berbagai panjang gelombang. Bila radiasi yang dipancarkan kembali tersebut merupakan fenomena yang dapat terlihat, maka radiasi tersebut disebut fluorescence atau phosphorescence.

Cahaya nampak, seperti yang dapat dilihat pada spektrum elektromagnetik, diberikan dalam Gambar 1, menyatakan gelombang yang sempit diantara cahaya ultraviolet (UV) dan energi inframerah (panas). Gelombang cahaya tersebut mampu merangsang retina mata, yang menghasilkan sensasi penglihatan yang disebut pandangan. Oleh karena itu, penglihatan memerlukan mata yang berfungsi dan cahaya yang nampak. 


Gambar 1. Radiasi yang Tampak

Definisi dan Istilah yang Umum Digunakan 

• Lumen: Satuan flux cahaya; flux dipancarkan didalam satuan unit sudut padatan oleh suatu sumber dengan intensitas cahaya yang seragam satu candela. Satu lux adalah satu lumen per meter persegi. Lumen (lm) adalah kesetaraan fotometrik dari watt, yang memadukan respon mata “pengamat standar”. 1 watt = 683 lumens pada panjang gelombang 555 nm. 
• Efficacy Beban Terpasang: Merupakan iluminasi/terang rata-rata yang dicapai pada suatu bidang kerja yang datar per watt pada pencahayaan umum didalam ruangan yang dinyatakan dalam lux/W/m². 
• Perbandingan Efficacy Beban Terpasang: Merupakan perbandingan efficacy beban target dan beban terpasang.
• Luminaire: Luminaire adalah satuan cahaya yang lengkap, terdiri dari sebuah lampu atau beberapa lampu, termasuk rancangan pendistribusian cahaya, penempatan dan perlindungan lampu-lampu, dan dihubungkannya lampu ke pasokan daya. 
• Lux: Merupakan satuan metrik ukuran cahaya pada suatu permukaan. Cahaya rata-rata yang dicapai adalah rata-rata tingkat lux pada berbagai titik pada area yang sudah ditentukan. Satu lux setara dengan satu lumen per meter persegi. Tinggi mounting: Merupakan tinggi peralatan atau lampu diatas bidang kerja. Efficacy cahaya terhitung: Perbandingan keluaran lumen terhitung dengan pemakaian daya terhitung dinyatakan dalam lumens per watt. 
• Indeks Ruang: Merupakan perbandingan, yang berhubungan dengan ukuran bidang keseluruhan terhadap tingginya diantara tinggi bidang kerja dengan bidang titik lampu. 
• Efficacy Beban Target: Nilai efficacy beban terpasang yang dicapai dengan efisiensi terbaik, dinyatakan dalam lux/W/m². 
• Faktor pemanfaatan (UF): Merupakan bagian flux cahaya yang dipancarkan oleh lampu-lampu, menjangkau bidang kerja. Ini merupakan suatu ukuran efektivitas pola pencahayaan. 
• Intensitas Cahaya dan Flux: Satuan intensitas cahaya I adalah candela (cd) juga dikenal dengan international candle. Satu lumen setara dengan flux cahaya, yang jatuh pada setiap meter persegi (m2) pada lingkaran dengan radius satu meter (1m) jika sumber cahayanya isotropik 1-candela (yang bersinar sama ke seluruh arah) merupakan pusat isotropik lingkaran. Dikarenakan luas lingkaran dengan jari-jari r adalah 4πr2, maka lingkaran dengan jari-jari 1m memiliki luas 4πm2, dan oleh karena itu flux cahaya total yang dipancarkan oleh sumber 1- cd adalah 4π1m. Jadi flux cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya isotropik dengan intensitas I adalah: 

Flux cahaya (lm) = 4π × intensitas cahaya (cd)

Perbedaan antara lux dan lumen adalah bahwa lux berkenaan dengan luas areal pada mana flux menyebar 1000 lumens, terpusat pada satu areal dengan luas satu meter persegi, menerangi meter persegi tersebut dengan cahaya 1000 lux. Hal yang sama untuk 1000 lumens, yang menyebar kesepuluh meter persegi, hanya menghasilkan cahaya suram 100 lux.

Hukum kuadrat terbalik

Hukum kuadrat terbalik mendefinisikan hubungan antara pencahayaan dari sumber titik dan jarak. Rumus ini menyatakan bahwa intensitas cahaya per satuan luas berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dari sumbernya (pada dasarnya jari-jari). 

E = I / d² 

Dimana
E = Emisi cahaya, 
I = Intensitas cahaya
d = jarak 
Bentuk lain dari persamaan ini yang lebih mudah adalah: 
E1 d1² = E2 d2² 

Jarak diukur dari titik uji ke permukaan yang pertama-tama kena cahaya – kawat lampu pijar jernih, atau kaca pembungkus dari lampu pijar yang permukaannya seperti es. 
Contoh: Jika seseorang mengukur 10 lm/m² dari sebuah cahaya bola lampu pada jarak 1 meter, berapa kerapatan flux pada jarak setengahnya? 
Penyelesaian: 
E1m = (d2 / d1)² * E2 
= (1,0 / 0,5)² * 10 
= 40 lm/m²

Suhu Warna 

Suhu warna, dinyatakan dalam skala Kelvin (K), adalah penampakan warna dari lampu itu sendiri dan cahaya yang dihasilkannya. Bayangkan sebuah balok baja yang dipanaskan secara terus menerus hingga berpijar, pertama-tama berwarna oranye kemudian kuning dan seterusnya hingga menjadi “putih panas”. Sewaktu-waktu selama pemanasan, kita dapat mengukur suhu logam dalam Kelvin (Celsius + 273) dan memberikan angka tersebut kepada warna yang dihasilkan. Hal ini merupakan dasar teori untuk suhu warna. Untuk lampu pijar, suhu warna merupakan nilai yang “sesungguhnya”; untuk lampu neon dan lampu dengan pelepasan intensitas tinggi (HID), nilainya berupa perkiraan dan disebut korelasi suhu warna. Di Industri,“suhu warna” dan “korelasi suhu warna” kadang-kadang digunakan secara bergantian. Suhu warna lampu membuat sumber cahaya akan nampak “hangat”, “netral” atau “sejuk”. Umumnya, makin rendah suhu, makin hangat sumber, dan sebaliknya. 

Perubahan Warna 

Kemampuan sumber cahaya merubah warna permukaan secara akurat dapat diukur dengan baik oleh indeks perubahan warna. Indeks ini didasarkan pada ketepatan dimana serangkaian uji warna dipancarkan kembali oleh lampu yang menjadi perhatian relatif terhadap lampu uji, persesuaian yang sempurna akan diberi angka 100. Indeks CIE memiliki keterbatasan, namun cara ini merupakan cara yang sudah diterima secara luas untuk sifat-sifat perubahan warna dari sumber cahaya. 

Kesalah pahaman yang umum terjadi adalah bahwa suhu warna dan perubahaan warna keduanya menjelaskan sifat yang sama terhadap lampu. Selain itu, suhu warna menjelaskan penampilan warna sumber cahaya dan cahaya yang dipancarkannya. Perubahan warna menjelaskan bagaimana cahaya merubah warna suatu objek.


Sabtu, 07 Februari 2015

Leadder PLC "Mesin cuci"

Dipostingan kali ini, saya inging men_share program ledder PLC pada aplikasi mesin cuci yang dilengkapi dengan lampu indikator saat putar kanan dan putar kiri, yang diatur bekerja selama 30 detik. 
saklar kontrol mesin aktif
 
Program untuk putar kanan.

Program untuk putar kiri